Sejumlah smartphone Samsung, Xiaomi, dan Oppo terpantau mengalami kenaikan harga di Indonesia pada April 2026. Berdasarkan pantauan dari berbagai sumber dan distributor resmi, penyesuaian harga ini terjadi di banyak model, mulai dari kelas entry-level hingga menengah.
Kenaikannya pun bervariasi, dari sekitar Rp100 ribu hingga lebih dari Rp1 juta, tergantung spesifikasi dan varian memori. Tren ini menunjukkan adanya tekanan biaya di industri smartphone yang mulai terasa di pasar domestik.
Dari lini Samsung, beberapa model seri Galaxy A mengalami penyesuaian harga cukup signifikan. Misalnya, Galaxy A07 kini dibanderol mulai Rp1,599 juta dari sebelumnya Rp1,399 juta. Sementara Galaxy A17 hingga Galaxy A56 5G juga naik di kisaran ratusan ribu Rupiah.
Di sisi lain, Xiaomi bersama sub-brand Redmi dan Poco juga melakukan penyesuaian. Xiaomi 15T misalnya, kini berada di kisaran Rp7,5 juta dari sebelumnya Rp6,5 juta. Kenaikan juga terlihat di lini Redmi 15 series hingga Poco C85 yang naik cukup tajam dibanding harga sebelumnya.
Oppo turut mengikuti tren serupa. Beberapa model seperti Oppo A6 Pro 4G dan A6 series lainnya mengalami lonjakan harga yang bahkan tembus lebih dari Rp1 juta pada varian tertentu.
Berikut beberapa model yang terpantau mengalami kenaikan harga:
-Samsung Galaxy A07 (4/64GB): Rp1.599.000 (sebelumnya Rp1.399.000)
-Samsung Galaxy A17 5G (8/256GB): Rp4.499.000 (sebelumnya Rp3.799.000)
-Samsung Galaxy A56 5G (12/256GB): Rp7.199.000 (sebelumnya Rp6.799.000)
-Xiaomi 15T (12/256GB): Rp7,5 juta (sebelumnya Rp6,5 juta)
-Redmi 15C (8/256GB): Rp2.249.000 (sebelumnya Rp2 juta)
-Poco C85 (8/256GB): Rp2.149.000 (sebelumnya Rp1,7 juta)
-Oppo A6 4G (6/128GB): Rp4.099.000 (sebelumnya Rp2.899.000)
-Oppo A6x 4G (6/256GB): Rp3.899.000 (sebelumnya Rp2.699.000)
Perlu dicatat, harga dapat berbeda di tiap toko atau platform penjualan, tergantung promo dan kebijakan distributor.
Diduga Dipicu Kenaikan Biaya Komponen
Kenaikan harga ini diduga berkaitan dengan lonjakan biaya produksi global, khususnya pada komponen penting seperti chipset dan memori (DRAM dan NAND). Permintaan tinggi dari industri AI disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong harga komponen naik.
Dampaknya mulai terasa di industri smartphone, termasuk di Indonesia. Bahkan, tren ini tidak hanya terjadi pada tiga merek tersebut, tetapi juga mulai terlihat di brand lain seperti Vivo, iQoo, realme, hingga Tecno.
Sejumlah laporan industri menyebutkan bahwa pasokan komponen masih belum sepenuhnya stabil. Kondisi ini membuka kemungkinan harga smartphone akan terus mengalami penyesuaian dalam beberapa waktu ke depan.
Bagi konsumen, situasi ini menjadi pengingat untuk mempertimbangkan waktu pembelian, terutama jika mengincar model tertentu yang berpotensi mengalami kenaikan harga lebih lanjut.