Biaya Servis HP Diprediksi Naik, Pengguna di Indonesia Perlu Bersiap

Biaya memperbaiki smartphone berpotensi menjadi lebih mahal dalam beberapa waktu ke depan seiring kenaikan harga komponen elektronik dan bahan baku di pasar global.

Kondisi tersebut sudah mulai terlihat di Korea Selatan, tempat Samsung Electronics menaikkan harga material perbaikan smartphone rata-rata sekitar lima persen.

Dikutip dari laporan GSM Arena, meski kebijakan tersebut baru berlaku di Korea Selatan, situasinya dinilai mencerminkan tekanan yang tengah dihadapi industri elektronik secara global.

Jika tren kenaikan harga komponen terus berlanjut, bukan tidak mungkin biaya servis smartphone di negara lain, termasuk Indonesia, juga ikut terdampak.

Kenaikan Harga Komponen Mulai Berdampak ke Biaya Servis

Laporan The Chosun, media lokal Korea,  menyebutkan biaya material untuk perbaikan smartphone di pusat layanan Samsung di Korea Selatan naik rata-rata 5 persen.

Dalam praktiknya, kenaikan tersebut membuat biaya servis smartphone bertambah sekitar 11.000 won Korea atau setara sekitar Rp130 ribuan dengan kurs saat ini.

Samsung menjelaskan bahwa penyesuaian harga bukan berasal dari ongkos pengerjaan teknisi maupun biaya layanan.

“Biaya material meningkat sehingga penyesuaian harga tidak dapat dihindari. Biaya tenaga kerja dan layanan tetap sama seperti sebelumnya,” kata perwakilan Samsung Electronics Service, seperti dikutip The Chosun.

Harga Suku Cadang Menjadi Faktor Terbesar

Menurut laporan tersebut, sekitar 80 persen biaya servis smartphone berasal dari harga suku cadang pengganti.

Sementara itu, biaya jasa teknisi maupun layanan purna jual hanya menyumbang sekitar 20 persen dari total biaya perbaikan. Dengan demikian, ketika harga komponen meningkat, total biaya servis otomatis ikut terdorong naik.

Fenomena ini tidak hanya terjadi pada smartphone. Samsung juga dilaporkan menaikkan harga material perbaikan untuk peralatan rumah tangga di Korea Selatan dengan rata-rata kenaikan sekitar 9 persen.

Bukan Karena RAM AI Saja

Belakangan harga memori memang menjadi sorotan akibat tingginya permintaan industri kecerdasan buatan (AI). Namun laporan tersebut menyebut penyebab kenaikan biaya servis smartphone justru lebih banyak dipengaruhi oleh naiknya harga bahan baku industri.

Komoditas seperti tembaga dan emas, yang banyak digunakan dalam proses produksi komponen elektronik, mengalami kenaikan harga akibat gangguan rantai pasok dan ketidakstabilan geopolitik di sejumlah kawasan, termasuk Timur Tengah.

Bahkan, salah satu produsen yang dikutip oleh Kementerian UKM dan Startup Korea Selatan menyebut harga bahan baku melonjak sekitar 60 persen sepanjang paruh pertama tahun ini akibat terbatasnya pasokan.

Author: m4x1s1t3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *