Persaingan memasuki dunia kerja semakin menantang bagi lulusan baru. Selain harus menemukan lowongan yang sesuai, pencari kerja juga dituntut memahami kebutuhan perusahaan, menyusun lamaran yang relevan, hingga mempersiapkan diri menghadapi wawancara.
Tantangan tersebut tercermin dalam laporan Jakpat 2026 yang menemukan bahwa 63 persen Gen Z Indonesia menganggap meningkatnya persaingan sebagai salah satu hambatan terbesar saat memasuki dunia kerja. Di tengah kondisi tersebut, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) mulai dilirik sebagai alat bantu untuk meningkatkan kesiapan karier.
OpenAI membagikan tiga cara sederhana memanfaatkan ChatGPT yang dapat membantu pencari kerja mempersiapkan diri secara lebih terarah, mulai dari menyusun lamaran hingga berlatih wawancara.
Memahami Lowongan dan Menyesuaikan Lamaran Kerja
Langkah pertama yang disarankan adalah memahami kebutuhan posisi yang dilamar dan menyesuaikan dokumen lamaran agar lebih relevan dengan kebutuhan perusahaan.
Melalui fitur Upload File, pengguna dapat mengunggah CV dan deskripsi pekerjaan ke ChatGPT.
Setelah itu, AI dapat membantu mengidentifikasi keterampilan yang paling dicari perusahaan, membandingkannya dengan pengalaman yang dimiliki pelamar, serta memberikan masukan mengenai bagian yang perlu lebih ditonjolkan dalam CV maupun surat lamaran.
OpenAI menekankan bahwa pengalaman yang ditampilkan tidak harus selalu berasal dari pekerjaan formal. Pengalaman organisasi, program magang, kegiatan sukarela, maupun aktivitas lain yang relevan juga dapat menjadi nilai tambah selama sesuai dengan posisi yang dituju.
Pengguna juga diingatkan untuk tidak menambahkan pengalaman, keterampilan, maupun pencapaian yang tidak benar hanya demi menyesuaikan lamaran dengan kebutuhan perusahaan.